PENGARUH
MOTIVASI, KEDISIPLINAN DAN
KOMPENSASI
TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA
PADA
KARYAWAN PT. SURABAYA MEDIA TELEVISI (SBO TV)
Dr. Hj. Mahmudah Enny Widyaningrum Dra.
Ec., M.Si.
ABSTRACT
Influence of Motivation, Dicipline
and Compensation on Work Productivity Employee at PT. Surabaya Media Televisi
(SBO TV)
The
aim of this study is to test and analyze the influence of motivation, dicipline
and compensation on work productivity of employee at PT. Surabaya Media
Televisi (SBO TV).
The
ammount sample this study is 82 respondent included all employee at bottom
level (staff), middle level manager, and top level manager or director. Taking
over tehnical sample in this study have a census method, is sample are all off
person population which ammount 82 employee. This research use software data
processing SPSS 16 version.
Relations
between variables in this research produce three hyphotesis with significant
influence. Results of this study are expected to be able give contribution to
Human Resources Departement and to Pratical Management. Relation testing between
compensation variables and work productivity has the dominance significance.
The relation test between motivation variable have little significant level.
It’s also trial dicipline variable have middle significant level.
This
study is expected to be able used as reference for further study or research
particulary related to the variables of motivation, dicipline, compensation,
and work productivity.
Key-Words:Motivation,
Dicipline, Compensation, Work Productivity Employee, Dominance Significant,
Little Significant.
I.
PENDAHULUAN
PT.
Surabaya Media Televisi (SBO TV) memiliki keyakinan bahwa seluruh lapisan
karyawan merupakan aset yang penting dan merupakan kunci keberhasilan
organisasi dalam mencapai tujuan yang ditentukan oleh perusahaan. Sehubungan
dengan hal tersebut maka peneliti akan mengangkat beberapa masalah serius yang
sekarang dihadapi oleh PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV) saat ini, masalah
tersebut berkaitan erat dengan motivasi, kedisiplinan dan kompensasi dari sisi
pihak karyawan perusahaan. Dalam setiap kegiatan produksi seluruh sumber daya
mempunnyai peran yang menentukan tingkat produktivitas, maka sumber daya
tersebut perlu pengelolaan dan pengaturan yang baik. Demikian pula yang
dilakukan oleh PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV) untuk peningkatan
produktivitas karyawannya diperlukan pengelolaan sumber daya manusia yang
efektif.
Dilihat
dari aspek motivasi karyawan PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV) maka dapat
dinilai kurang memenuhi standar kerja pada umumnya karena kebutuhan keamanan
dan keselamatan yang tidak di perhatikan perusahaan. Motivasi adalah suatu dorongan dari
dalam diri seseorang atau dari lingkungannya untuk melakukan suatu tindakan
yang sesuai dengan tujuan. Tanpa adanya motivasi dari para karyawan untuk
bekerja sama bagi kepentingan perusahaan maka tujuan yang telah ditetapkan
tidak akan tercapai. Dengan
motivasi yang terarah akan dapat menciptakan suatu output pekerjaan yang
baik sesuai standar. Hal tersebut sesuai karena jika motivasi seorang pegawai
meningkat maka dapat dipastikan produktivitasnya meningkat sesuai dengan
peneliti Deli Anhar (2007).
Dilihat dari segi kedisiplinan, ada beberapa hal yang patut
diperhatikan yaitu masih banyak karyawan yang sering tidak masuk kantor tanpa
alasan yang jelas dan ijin karyawan yang tidak disetujui oleh HRD karena alasan
yang tidak jelas pula, masih banyak karyawan yang tidak menggunakan finger
print pada saat presensi masuk karyawan. Kedisiplinan kerja adalah suatu sikap
menghormati, menghargai, patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan yang
berlaku, baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya
dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksinya apabila ia melanggar tugas
dan wewenang yang diberikan kepadanya. Kedisiplinan sangat erat korelasinya
dengan motivasi dan moral. Disiplin kerja dapat dikembangkan secara formal
melalui pelatihan pengembangan disiplin. Model kedisiplinan yang diterapkan
oleh perkantoran atau perusahaan sebaiknya juga tidak membuat para karyawan
stres, sehingga justru akan menurunkan performanya. Dengan kedisiplinan yang
baik dan terarah akan dapat menciptakan suatu output pekerjaan yang baik
sesuai standar. Hal tersebut sesuai karena jika kedisiplinan seorang pegawai
meningkat maka dapat dipastikan produktivitasnya meningkat sesuai dengan
peneliti Ubaidillah (2007).
Dari sistem kompensasi karyawan yang ada selama ini antara lain
gaji yang belum memenuhi syarat dan belum terpenuhinya kesempatan untuk
bekarier bagi karyawan. Kompensasi adalah balas jasa (reward)
perusahaan terhadap pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang telah diberikan
karyawan kepada perusahaan. Dengan sistem kompensasi yang baik maka akan
menciptakan suatu output pekerjaan yang baik sesuai standar. Hal
tersebut sesuai karena jika kompensasi seorang pegawai meningkat atau telah
tepat maka dapat dipastikan produktivitasnya meningkat sesuai dengan peneliti
Gustiawan Ertanto (2004).
Menciptakan
sumber daya yang didalamnya memiliki produktivitas yang baik merupakan elemen
yang paling strategis dalam organisasi perusahaan. Produktivitas yang bermutu
hanya bisa dilakukan oleh manusia yang bermutu juga di dalam internal
perusahaan. tetapi juga sebaliknya mereka juga bisa menyebabkan inefisiensi
atau pemborosan dalam berbagai bentuk. Oleh sebab itu profesionalisme
dibutuhkan dalam pengelolaan sumber daya manusia di internal perusahaan dan
juga efektif sehingga akan menguntungkan perusahaan karena dengan pengelolaan
yang baik maka produktivitas dapat tercapai sehingga akan terjadi efisiensi
biaya, akan mempercepat tujuan perusahaan, dan akan menciptakan rasa loyalitas
yang tinggi dari para karyawan di semua lini kepada perusahaan.
Atas kajian teori-teori diatas, peneliti melihat ada beberapa
faktor yang mempengaruhi produktivitas belum dilaksanakan oleh perusahaan
secara maksimal, dan peneliti mengaitkan faktor-faktor yang belum terpenuhi
oleh perusahaan tersebut dengan motivasi, disiplin dan kompensasi kerja.
Berdasarkan hal diatas, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh
antara variabel-variabel bebas yaitu motivasi, kedisiplinan dan kompensasi
terhadap variabel terikatnya yaitu produktivitas kerja dilingkungan PT. Surabaya
Media Televisi (SBO TV). Oleh karena itu penulis melakukan penelitian dalam
tesis ini dengan judul Pengaruh
Motivasi, Kedisiplinan dan Kompensasi terhadap Produktivitas Kerja Pada
Karyawan PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV).
II.
KERANGKA TEORITIS
MOTIVASI
Motivasi merupakansuatu proses yang memerlukan perilaku energi dan pengarahan.
Kebutuhan-kebutuhan kemanan, berkelompok, penghargaan, kemandirian, prestasi
atau keberhasilan serta kebutuhan kelangsungan hidup, semuanya secara potensial
berpengaruh terhadap perilaku dalam suatu jaringan organisasi, (Wexley, 2008 :
127).
Berikut ini adalahbeberapa teori motivasi menurutpara ahli :
1.
Teori Motivasi Konvensional oleh F.W.
Taylor
2.
Teori Motivasi Hierarki oleh Abraham G.
Maslow
3.
David Mc Clelland dengan Teori Motivasi
Prestasi
4.
Frederick Herzberg dengan Teori Model dan
Faktor
5.
Clayton P. Alderfer dengan Teori ERG
6.
Douglas Mc Gregor dengan Teori X dan Y
KEDISIPLINAN
terdapat dua pengertian kedisiplinan, yaitu dalam arti sempit dan
arti luas. Dalam arti sempit dikatakan bahwa kedisiplinan adalah bilamana
karyawan tersebut jarang absen dan datang serta pulang tepat pada waktunya.
Sedangkan dalam arti luas kedisiplian diartikan sebagai suatu sikap, tingkah
laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan / instansi baik
yang tertulis maupun tidak, (Nitisemito, 2000:121).
Sehubungan
dengan pernyataan sebelumnya, Winardi (2000 : 84) mengemukakan bahwa :”Untuk
memajukan disiplin kerja, harus terdapat sejumlah peraturan-peraturan sebagai
suatu pedoman dalam melaksanakan tindakan seperti :
1. Peraturan-peraturan
perusahaan yang mencakup sejumlah hukuman bagi pihak yang melanggarnya
2. Ketentuan-ketentuan yang
diberikan kepada para pekerja tentang apa yang diharapkan dari mereka
3. Prosedur-prosedur feed back yang memberitahukan kepada
mereka bagaimana hasil pekerjaan mereka dibandingkan dengan standar-standar
yang diharapkan
4. Penelitian obyektif
tentang kasus-kasus individual sebelum diadakan tindakan-tindakan penertiban
5. Konsultasi yang disertai penerapan-penerapan
sanksi-sanksi dengan cepat apabila hal itu dianggap perlu”
KOMPENSASI
Edi Sutrisno
(2009: 197) mengemukakan : “Kompensasi dapat didefinisikan sebagai setiap
bentuk penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai balas jasa atas
kontribusi yang mereka berikan kepada organisasi. Kompensasi tersebut adalah :
1.
Gaji atau upah yang diberikan secara periodik mingguan kepada
karyawan yang meliputi : kecukupan upah, sistem pembayaran
2.
Pemberian fasilitas adalah fasilitas yang diberikan oleh perusahaan
berupa mobil antar jemput, jaminan sosial, dan simpan pinjam
3.
Tunjangan atau penghasilan lainnya adalah tambahan penghasilan
selain gaji atau upah berupa tunjangan hari raya (THR)
4.
Kesempatan untuk berkarier”
ProduktivitasKerja
Sutrisno (2009
: 105) mengemukakan bahwa produktivitas kerja adalah merupakan sikap mental.
Sikap mental yang selalu mencari
perbaikan terhadap apa yang telah ada.”
Sutrisno (2009
: 105) memberikan batasan tentang produktivitas yaitu keseluruhan fisik dibagi
dengan unit dari usaha produksi, tingkat keefektifan dari manager produksi
didalam penggunaan aktivitas untuk produksi, keefektifan dalam menggunakan
tenaga kerja dan peralatan. Dalam setiap kegiatan produksi seluruh sumber daya
mempunnyai peran yang menentukan tingkat produktivitas, maka sumber daya
tersebut perlu dikelola dan diatur dengan baik.
Berdasarkan uraiandiatas, maka
disusunlah kerangka konseptual penelitian yang disajikan pada gambar 1 sebagai berikut :
|
|
|
|
 |
|
|
`Sumber: Peneliti (2012)
GAMBAR
1
KERANGKA
KONSEPTUAL PENELITIAN
|
|
Keterangan :
|
X1 Motivasi
X1.1 Kebutuhan fisiologis
X1.2 Kebutuhan keamanan dan
keselamatan
X1.3 Kebutuhan sosial
X1.4 Kebutuhan penghargaan
X1.5 Kebutuhan aktualisasi diri
|
X3
Kompensasi
X3.1 Gaji atau upah
X3.2 Tunjangan atau penghasilan
lainnya
X3.3 Pemberian fasilitas
X3.4 Kesempatan untuk berkarier
|
|
X2 Kedisiplinan
X2.1 Kesejahteraan
X2.2 Ancaman
X2.3 Ketegasan
X2.4 Tujuan dan kemampuan
karyawan
X2.5 Keteladanan pimpinan
|
Y1
Produktivitas kerja
Y1.1 Kemampuan
Y1.2 Semangat kerja
Y1.3 Mutu
Y1.4 Efisiensi
|
III.
METODE PENELITIAN
PendekatanPenelitian
Rancangan penelitian inidisebut juga sebagai penjelasan penelitian (explanatory research) karena tujuannya adalah untuk menjelaskan
hubungan kausal antar variabel melalui pengujian hipotesis dan juga merupakan
penelitian konklusif karena memenuhi karakteristik tertentu (Sugiyono 2001 :
5), tujuannya adalah untuk menguji hipotesis mengenai hubungan antara
variabel-variabel yang diteliti, informasi yang diperlukan didefinisikan dengan
jelas, proses penelitian formal dan terstruktur, menggunakan sampel yang
relatif besar dan representatif, dan analisis data menggunakan teknik
kualitatif.
Definisi Operasional Variabel
Variabel Motivasi (X1)
Motivasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kegiatan yang
memberikan dorongan pada karyawan di lingkungan PT. Surabaya Media Televisi
(SBO TV) untuk menghasilkan tugas pekerjaan seoptimal mungkin. Dorongan berupa
pemenuhan kebutuhan mengacu pada konsep Maslow yang ditulis oleh Gibson (2000 :
189-190) adalah kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan dan keselamatan,
kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri.Motivasi
kerja diukur dari total rata-rata beberapa indikator sebagai berikut :
1.
Kebutuhan fisiologis (X1.1)
2.
Kebutuhan keamanan dan keselamatan (X1.2)
3.
Kebutuhan sosial (X1.3)
4.
Kebutuhan penghargaan (X1.4)
5.
Kebutuhan aktualisasi diri (X1.5)
Variabel Disiplin (X2)
Teori disiplin pada penelitian ini
mengacu pada pendapat Edi Sutrisno (2009 : 80) adalah usaha yang dilakukan
untuk menciptakan keadaan disuatu lingkungan kerja yang tertib, berdaya guna
dan berhasil guna melalui suatu sistem pengaturan yang tepat. Disiplin diukur
dari total rata-rata beberapa indikator sebagai berikut:
1.
Kesejahteraan (X2.1)
2.
Ancaman (X2.2)
3.
Ketegasan (X2.3)
4.
Tujuan dan kemampuan karyawan (X2.4)
5.
Keteladanan pimpinan (X2.5)
Variabel Kompensasi (X3)
Teori kompensasi pada penelitian ini mengacu pada pendapat (Edi Sutrisno,
2009 : 197) mengemukakan jika kompensasi dapat didefinisikan sebagai setiap
bentuk penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai balas jasa atas
kontribusi yang mereka berikan kepada organisasi. Kompensasi diukur dari total
rata-rata beberapa indikator sebagai berikut:
1. Gaji atau upah (X3.1)
2. Tunjangan atau penghasilan lainnya (X3.2)
3. Pemberian fasilitas (X3.3)
4. Kesempatan untuk berkarier (X3.4)
Variabel Produktivitas Kerja(Y)
Teori produkivitas mengacu pada pendapat Sedarmayanti
(2001 : 58) mengutarakan sebagai berikut : “Productivity
is measure of the use of the resources of an organization and is usually
expressed as a ratio of the output
obtained by the uses resources to the amount of resources”
bahwa produktivitas sebagai ukuran atas penggunaan sumber daya dalam suatu
organisasi yang biasanya dinyatakan sebagai rasio dari keluaran yang dicapai
dengan sumber daya yang digunakan. Produktivitas diukur dari total rata-rata
beberapa indikator sebagai berikut:
1.
Kemampuan (Y1)
2.
Semangat kerja (Y2)
3.
Mutu (Y3)
4.
Efisiensi (Y4)
Pengukuran Variabel
Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yaitu suatu metode pengumpulan data
dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden. Data
dikumpulkan dengan menggunakan angket yaitu dengan mengajukan
pernyataan-pernyataan dalam angket dibuat dengan menggunakan skala 1–5 untuk
memperoleh data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai.
PopulasidanTeknikPenentuanSampel
Populasi dalam penelitian ini adalah para pegawai / karyawan PT.
Surabaya Media Televisi (SBO TV) yang berjumlah 82 orang karyawan, dengan rincian 70
orang karyawan berstatus pegawai / karyawan tetap dan 12 orang karyawan
berstatus pegawai / karyawan kontrak.Penarikan sampel yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu
dengan sampling jauh atau biasa disebut dengan metode sensus yang merupakan
teknik menentukan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel
(Sugiono, 2009 : 78).Jadi yang jumlahsampeldalampenelitianiniadalah 82 responden.
TeknikAnalisis
Dalam penelitian ini alat atau instrumen pengumpulan data yang
digunakan adalah kuesioner, yang kemudiandilakukanpengujianvaliditasdanreliabilitassertaujiasumsiklasik.
Sedanngkanuntukteknikanalisisnyadigunakanujiregresi linear berganda, uji F, uji
t.
IV.
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Uji Validitas
Hasildarianalisisdarikorelasi (rhitung)
dannilaikritis (rtabel) adalahsebagaiberikut:
Tabel
1 Hasil
Pengujian Validitas Instrumen
|
Item
n
= 82
|
Hasil
Korelasi
|
Nilai
Kritis
|
Keterangan
|
|
(rhitung)
|
(rtabel)
|
|
Variabel Motivasi
|
|
X1.1
|
0.494
|
0,220
|
Valid
|
|
X1.2
|
0.525
|
Valid
|
|
X1.3
|
0.369
|
Valid
|
|
X1.4
|
0.571
|
Valid
|
|
X1.5
|
0.562
|
Valid
|
|
Variabel Kedisiplinan
|
|
X2.1
|
0.771
|
0,220
|
Valid
|
|
X2.2
|
0.351
|
Valid
|
|
X2.3
|
0.790
|
Valid
|
|
X2.4
|
0.783
|
Valid
|
|
X2.5
|
0.726
|
Valid
|
|
Variabel Kompensasi
|
|
X3.1
|
0.660
|
0,220
|
Valid
|
|
X3.2
|
0.584
|
Valid
|
|
X3.3
|
0.662
|
Valid
|
|
X3.4
|
0.562
|
Valid
|
|
Variabel Produktivitas kerja
|
|
Y1
|
0.652
|
0,220
|
Valid
|
|
Y2
|
0.616
|
Valid
|
|
Y3
|
0.484
|
Valid
|
|
Y.4
|
0.518
|
Valid
|
Sumber : Data Diolah Penulis
Nilai kritis (rtabel) yang diperoleh sebesar 0,220 yaitu
dengan melihat pada tabel korelasi dengan menggunakan taraf kepercayaan 95% dan
pada derajat bebas = n = 82. Dari tabel diatas hasil uji validitas diperoleh rhitung
dalam instrumen penelitian yang digunakan semuanya mempunyai nilai yang lebih
besar atau berada diatas nilai kritis (rtabel), sehingga dapat
disimpulkan bahwa indikator pada instrumen penelitian sudah valid.
Uji
Reliabilitas
Dari hasil analisis diperoleh koefisien reliabilitassebagai berikut :
Tabel
2 : Hasil
Pengujian Reliabilitas Variabel
|
Variabel
|
Nilai
alpha cronbach
|
Nilai Kritis
|
Keterangan
|
|
X1
|
0,738
|
0,6
|
Reliabel
|
|
X2
|
0,854
|
Reliabel
|
|
X3
|
0,801
|
Reliabel
|
|
Y
|
0,766
|
Reliabel
|
Sumber : Data Diolah Penulis
Dari tabel diatas, nilai koefisien reliabilitas tersebut nilainya lebih dari atau diatas 0,6 maka
dapat disimpulkan bahwa instrumen atau kuesioner yang digunakan untuk
mengetahui pengaruh variabel motivasi (X1), kedisiplinan (X2),
dan kompensasi (X3), terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) di
lingkungan PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV) sangat reliabel.
Analisis Regresi Linier Berganda
Dari hasil analisis regresi linier berganda dengan software SPSS
16.0 diperoleh besarnya konstanta dan besarnya koefisien regresi untuk
masing-masing variabel adalah sebagai berikut :
Tabel
3 Hasil Rekap
Analisis Linier Berganda SPSS 16.0
|
Variabel
|
Koefisien Regresi
|
|
Konstanta
|
0,494
|
|
Motivasi
|
0,181
|
|
Kedisiplinan
|
0,295
|
|
Kompensasi
|
0,486
|
|
Fhitung = 37,889
Korelasi (R) = 0,770
Determinasi (R2) =
0,593
|
Sumber : Data Diolah Penulis
Dari tabel diatas dapat dibuat suatu persamaan regresi untuk
variabel motivasi (X1), kedisiplinan (X2), dan kompensasi
(X3) terhadap produktivitas kerja (Y) karyawan di lingkungan PT.
Surabaya Media Televisi (SBO TV) adalah sebagai berikut:
Y = 0,494 + 0,181 X1 + 0,295 X2 + 0,486 X3
+ ε 1
Berdasarkan
hasil persamaan yang diperoleh dapat dijelaskan makna dan arti dari koefisien
regresi untuk masing-masing variabel motivasi (X1), kedisiplinan (X2),
dan kompensasi (X3) yaitu sebagai berikut :
Y = Variabel
produktivitas kerja
a = Nilai
konstanta yaitu sebesar 0,494 dimana apabila variabel motivasi (X1),
kedisiplinan (X2), dan kompensasi (X3) dianggap nol atau
ditiadakan maka besarnya produktivitas kerja karyawan di lingkungan PT.
Surabaya Media Televisi (SBO TV) sebesar 0,494.
b1 = Nilai koefisien regresi
untuk variabel motivasi yaitu sebesar 0,181 dimana apabila ada kenaikan sebesar
satu satuan pada variabel motivasi maka akan mengakibatkan produktivitas kerja
karyawan di lingkungan PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV) akan mengalami
perubahan sebesar 0,181 dan diasumsikan untuk variabel lainnya nol atau
ditiadakan.
b2 = Nilai koefisien regresi
untuk variabel kedisiplinan yaitu sebesar 0,295 dimana apabila ada kenaikan
sebesar satu satuan pada variabel kedisiplinan maka akan mengakibatkan
produktivitas kerja karyawan di lingkungan PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV) akan mengalami perubahan sebesar 0,295 dan
diasumsikan untuk variabel lainnya nol atau ditiadakan.
b3 = Nilai koefisien regresi
untuk variabel kompensasi yaitu sebesar 0,486 dimana apabila ada kenaikan
sebesar satu satuan pada variabel kompensasi maka akan mengakibatkan produktivitas
kerja karyawan di lingkungan PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV) akan
mengalami perubahan sebesar 0,486 dan diasumsikan untuk variabel lainnya nol
atau ditiadakan.
ε 1 = Varibel lain yang tidak dimasukkan
dalam penelitian
Koefisien Korelasi (R)
Dari hasil analisis diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,770
yaitu signifikan variabel motivasi (X1), kedisiplinan (X2),
dan kompensasi (X3) mempunyai hubungan yang kuat dan positif
terhadap variabel produktivitas kerja karyawan di lingkungan PT. Surabaya Media
Televisi (SBO TV).
Koefisien Determinasi (R2)
Dari variasi yang
dijelaskan oleh variabel lain selain variabel motivasi (X1),
kedisiplinan (X2), dan kompensasi (X3) terhadap variabel
produktivitas kerja karyawan di lingkungan PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV)
adalah sebesar 40,7% (yaitu 100% dikurangi 59,3%).
Uji Asumsi
Klasik Regresi Berganda
Dalam model
regresi berganda ada beberapa asumsi yang harus dipenuhi antara lain uji
normalitas, uji multikolinieritas, dan
uji heterokedastisitas.
1. Uji normalitas
Adapun
hasil perhitungan normalitas sebagai berikut :
Tabel 4 : Uji normalitas
Kolmogorov Smirnov
Sumber : Data Diolah Penulis
Dari tabel tersebut diketahui nilai signifikansi
sebesar 0,629 dimana lebih besar dari 0,05 maka data berdistribusi normal.
2. Uji multikolinieritas
Adapun hasil perhitungan multikolinieritassebagai
berikut:
Tabel
5: Hasil uji mulitkolinieritas
|
Variabel
|
Nilai
VIF
|
Keterangan
|
|
Motivasi (X1)
|
1,154
|
Tidak terjadi multikolinieritas
|
|
Kedisiplinan
(X2)
|
1,417
|
Tidak terjadi multikolinieritas
|
|
Kompensasi
(X3)
|
1,311
|
Tidak terjadi multikolinieritas
|
Sumber : Data Diolah Penulis
Pengujian
multikolinieritas antara variabel bebas yang terdiri dari variabel motivasi (X1),
kedisiplinan (X2), dan kompensasi (X3), menghasilkan
nilai VIF < 10, dengan demikian tidak terjadi multikolinieritas, berarti
ketiga variabel bebas ini tidak mempunyai hubungan, sehingga semuanya dapat
dipergunakan sebagai variabel bebas.
3. Uji heteroskedastisitas
Adapun hasil perhitungan heteroskedastisitas sebagai
berikut:
Tabel
6 : Hasil uji
heteroskedastisitas
Sumber : Data Diolah Penulis
Dari uji spearman didapat seluruh variabel bebas dan tidak terdapat
korelasi dengan nilai residualnya karena memiliki nilai signifikansi pada korelasi
residualnya semua variabel bebasnya memiliki nilai lebih besar dari 0,05.
Pengujian Hipotesis
1. Uji F
Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi Fhitung
dengan taraf signifikansi (0,05).
Tabel
7 : Hasil uji F
(simultan)
Sumber
: Data Diolah Penulis
Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh Fhitung
sebesar 37,889 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dimana lebih kecil dari
taraf signifikansi a = 0,05. maka
dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini berarti variabel motivasi
(X1), kedisiplinan (X2), dan kompensasi (X3) secara bersama-sama mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja (Y) karyawan di
lingkungan PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV).
2. Uji t
Pengujian ini dilakukan dengan jalan membandingkan nilai
signifikansi masing-masing thitung variabel bebas dengan taraf
signifikansi 0,05. Jika nilai signifikansi t hitung masing-masing variabel
bebas lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, maka Ha diterima. Adapun hasil
pengujian untuk masing-masing variabel adalah sebagai berikut :
Tabel
8 : Hasil uji t
(Parsial)
Sumber : Data Diolah Penulis
Penjabaran uji t pada masing-masing variabel sebagai berikut :
a.
Variabel Motivasi (X1)
Diperoleh thitung dari hasil analisis regresi linier
berganda untuk variabel motivasi sebesar 2,262 dengan nilai signifikansi 0,026,
maka nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari taraf signfikansi 0,05, maka
dapat disimpulkan menolak Ho dan menerima Ha, dengan
demikian secara sendirian (parsial)
variabel motivasi terbukti mempunyai pengaruh signifikan terhadap produktivitas
kerja karyawan di lingkungan PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV).
b.
Variabel Kedisiplinan (X2)
Diperoleh thitung dari hasil analisis regresi linier
berganda untuk variabel kedisiplinan sebesar 3,336 dengan nilai signifikansi
0,001, maka nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi
0,05, maka dapat disimpulkan menolak Ho dan menerima Ha,
dengan demikian secara sendirian (parsial)
variabel kedisiplinan terbukti mempunyai pengaruh signifikan terhadap
produktivitas kerja karyawan di lingkungan PT. Surabaya Media Televisi (SBO
TV).
c.
Variabel Kompensasi (X3)
Diperoleh thitung dari hasil analisis regresi linier
berganda untuk variabel kompensasi sebesar 6,171 dengan nilai signifikansi
0,000, maka nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi
0,05, maka dapat disimpulkan menolak Ho dan menerima Ha,
dengan demikian secara sendirian (parsial)
variabel kompensasi terbukti mempunyai pengaruh signifikan terhadap
produktivitas kerja karyawan di lingkungan PT. Surabaya Media Televisi (SBO
TV).
3. Variabel Dominan
Dari hasil perhitungan regresi linier berganda, diketahui yang
memiliki nilai koefisien regresi paling besar adalah dari koefisisen variabel
kompensasi sebesar 0,486, dibandingkan variabel motivasi dan kedisiplinan. Jadi variabel kompensasi merupakan faktor yang dominan mempengaruhi produktivitas kerja karyawan di lingkungan PT.
Surabaya Media Televisi (SBO TV).
Pembahasan
Setelah
dilakukan uji parsial (uji t) ternyata seluruh variabel yang ada yaitu variabel
motivasi (X1), kedisiplinan (X2), dan kompensasi (X3)
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel produktivitas kerja
karyawan PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV). Diantara variabel bebas yang ada
pada penelitian ini, variabel kompensasi memiliki pengaruh dominan diantara
variabel lainnya.
Pada variabel
kompensasi nilai koefisien korelasi parsial sebesar 57,3% lebih tinggi
dibandingkan dengan nilai koefisien korelasi parsial variabel kedisiplinan
yaitu sebesar 35,3% dan nilai koefisien korelasi motivasi yaitu sebesar 24,8%.
Hal ini memberikan indikasi bahwa karyawan menilai kompensasi kerja lebih
penting untuk diperhatikan perusahaan dibandingkan dengan motivasi kerja,
walaupun masing-masing variabel mempunnyai pengaruh terhadap peningkatan
produktivitas kerja karyawan.
Demikian pula
dari koefisien regresi menunjukkan jika variabel kompensasi kerja sebesar 48,6%
lebih besar dibandingkan dengan koefisien regresi variabel kedisiplinan sebesar
29,5% dan koefisien regresi variabel motivasi sebesar 18,1%. Hal ini
menunjukkan bahwa variabel kompensasi kerja memiliki pengaruh dominan bila
dibandingkan dengan variabel lainnya.
Dari uji F yang
dilakukan yaitu untuk menguji koefisien regresi secara bersama-sama (simultan)
antara variabel motivasi, kedisiplinan, dan kompensasi terhadap variabel
produktivitas kerja karyawan diperoleh hasil jika ketiga variabel bebas
tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikatnya yaitu
produktivitas kerja. Dengan analisis regresi linier berganda diperoleh Fhitung
sebesar 37,889 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dimana lebih kecil dari
taraf signifikansi a = 0,05. maka
dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima.
Hasil analisa
tersebut diatas mengekspresikan bahwa indikator motivasi (X1) yang
terdiri dari kebutuhan fisiologis (X1.1), kebutuhan keamanan dan
keselamatan (X1.2), kebutuhan sosial (X1.3), kebutuhan
penghargaan (X1.4), dan kebutuhan aktualisasi diri (X1.5)
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja. Walaupun
terdapat responden yang tidak setuju (TS) sebesar 12%, namun dengan rata-rata
responden menyatakan cukup setuju (CS) sebesar 50% dan setuju sebesar 21% jika
kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan dan keselamatan, kebutuhan sosial,
kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri dapat diterima dengan
baik oleh seluruh karyawan baik level bawah dan manajer tingkat menengah dan
atas.
Kedisiplinan
kerja (X2) yang terdiri dari indikator kesejahteraan (X2.1),
ancaman (X2.2), ketegasan (X2.3), tujuan dan kemampuan
karyawan (X2.4), keteladanan pimpinan (X2.5), memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Walaupun
terdapat responden yang tidak setuju (TS) sebesar 7%, namun rata-rata responden
menyatakan setuju (S) sebesar 44% dan cukup setuju (CS) sebesar 37%. Maka dapat
disimpulkan bahwa indikator kesejahteraan, ancaman, ketegasan, tujuan dan
kemampuan karyawan, keteladanan pimpinan masih sesuai dengan standar yang
diharapkan oleh perusahaan karena penilaian variabel kedisiplinan ini
didapatkan dari penilaian para manajer tingkat menengah yang menilai para staf
yang dipimpinnya di setiap divisi, dan juga penilaian dari manajer tingkat atas
yaitu direktur yang langsung menilai para manajer.
Kompensasi (X3)
yang terdiri dari gaji atau upah (X3.1), tunjangan atau penghasilan
lainnya (X3.2), pemberian fasilitas (X3.3), kesempatan
untuk berkarier (X3.4) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
produktivitas kerja. Variabel kompensasi ini merupakan yang dominan berpengaruh
pada produktivitas kerja, dengan frekuensi setuju (S) responden sebesar 36% dan
cukup setuju (CS) sebesar 39%. Kesimpulan dari hal tersebut yaitu bahwa
indikator gaji atau upah, tunjangan atau penghasilan lainnya, pemberian
fasilitas, kesempatan untuk berkarier dapat diterima dengan baik oleh seluruh
karyawan baik level bawah dan manajer tingkat menengah dan atas.
Produktivitas kerja sebagai variabel terikat memilik tanggapan
responden yang cukup baik, karena memiliki rata-rata 3,91 diatas nilai tengah
3. Sedangkan sebagian besar responden menyatakan cukup setuju (CS) sebesar 35%,
setuju (S) sebesar 32% dan sangat setuju (SS) sebesar 31% dengan keadaan
produktivitas kerja yang ada di PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV) selama
ini. Sehingga dapat disimpulkan jika indikator dari produktivitas kerja (Y)
yaitu kemampuan (Y1), semangat kerja (Y2), mutu (Y3),
efisiensi (Y4) masih sesuai dengan standar yang diharapkan oleh
perusahaan karena penilaian variabel produktivitas kerja ini didapatkan dari
penilaian para manajer tingkat menengah yang menilai para staf yang dipimpinnya
di setiap divisi, dan juga penilaian dari manajer tingkat atas yaitu direktur
yang langsung menilai para manajer.
V.
KESIMPULAN
Simpulan
1. Dari hasil analisis regresi linier berganda
dalam uji F diperoleh Fhitung sebesar 37,889 dengan signifikansi
0,000 lebih kecil dari taraf signifikasi 0,05 maka variabel motivasi (X1),
kedisiplinan (X2), dan kompensasi (X3), secara
bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel produktivitas
kerja karyawan di lingkungan PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV) .
2. Dari uji t untuk mengetahui pengaruh parsial
diperoleh thitung untuk masing-masing variabel yaitu variabel
motivasi (X1) sebesar 2,262; kedisiplinan (X2) sebesar
3,336; dan kompensasi (X3) sebesar 6,171, yang nilai signifikansinya
lebih kecil dari 0,05 maka disimpulkan variabel motivasi (X1),
kedisiplinan (X2), dan kompensasi (X3), secara
sendiri-sendiri (parsial)
mempunyai pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan di lingkungan PT.
Surabaya Media Televisi (SBO TV).
3. Besarnya koefisien regresi untuk variabel
kompensasi (X3) sebesar 0,486 merupakan koefisien paling besar
dibandingkan dengan koefisien variabel bebas yang lain, sehingga dapat disimpulkan
bahwa variabel kompensasi yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap
produktivitas kerja karyawan di lingkungan PT. Surabaya Media Televisi (SBO
TV).
4. Koefisien regresi terkecil dari penelitian ini
yaitu pada variabel motivasi sebesar 0, 181, sehingga dari angka tersebut dapat
ditarik kesimpulan jika motivasi karyawan masih perlu diperhatikan perusahaan.
Saran
1. Dengan
diketahuinya bahwa variabel kompensasi merupakan faktor yang dominan atau
paling besar berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan dilingkungan PT.
Surabaya Media Televisi (SBO TV), maka hendaknya manajemen perusahaan menjaga
dan memperhatikan gaji atau upah, tunjangan atau penghasilan lainnya, pemberian
fasilitas, dan kesempatan untuk berkarier dari para karyawan untuk meningkatkan
produktivitas kerja. Demikian pula terhadap motivasi kerja karena juga
diketahui berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan dilingkungan PT. Surabaya Media Televisi (SBO TV). Sehingga
manajemen juga diharapkan memperhatikan motivasi kerja karyawan khususnya
terhadap kebutuhan keamanan dan keselamatan, kebutuhan sosial, kebutuhan
penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri. Selain dua hal tersebut maka
faktor yang diperhatikan lagi yaitu kedisiplinan, dimana faktor ini juga
menunjang produktivitas kerja walaupun bukanlah variabel yang dominan dilingkungan PT. Surabaya Media Televisi (SBO
TV). Beberapa point pada faktor ini yang harus menjadi perhatian
perusahaan diantaranya kesejahteraan, ketegasan, keteladanan pimpinan.
2. Pada penelitian ini
diketahui bahwa kompensasi merupakan variabel yang dominan, oleh karena itu
perlu dipertahankan perusahaan, misalnya dengan pemberian kesempatan berkarier
ke level yang lebih tinggi bagi karyawan yang berprestasi. Untuk varibel yang
kecil yaitu motivasi maka perlu mendapat perhatian yang lebih dari perusahaan
agar ada suatu peningkatan, misalnya dengan upaya peningkatan gaji, pemberian
insentif sesuai prestasi kerja, pemberian penghargaan (reward), pemberian
fasilitas tunjangan hari tua dan jamsostek.
3. Adanya penelitian ini
diharapkan akan memacu penelitian selanjutnya dengan obyek penelitian yang
berbeda dan dengan cakupan masalah atau variabel yang lebih luas.
DAFTAR PUSTAKA
Agus
Dharma (trans) Dessler, Garry, 1985, Manajemen
Personalia, Teknik dan Konsep Modern, Erlangga, Jakarta.
Arifin,
Abdurrachman, 2000, Human Relations Untuk
Manajemen, Teori dan Praktek, Elex Media Komputindo, Jakarta.
Alex
S. Nitisemo, 2000, Manajemen Personalia
(Manajemen Sumber Daya Manusia), Cetakan Kedelapan, Ghalia Indonesia,
Jakarta.
Bennet
N.B. Silalahi, 2003, Perencanaan dan
Pembinaan Tenaga Kerja, Seri Manajemen, Pustaka Binama Presindo, Jakarta.
Deli Anhar,
2007, Pengaruh Motivasi Terhadap
Produktivitas Kerja Akademik Dosen Pegawai Negeri Sipil Diperbantukan (PNS DPK)
pada Universitas Islam Kalimantan Banjarmasin.
Dessler, Gary,
2007, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Kesepuluh, Terjemahan Paramita
Rahayu, Jilid 2, Penerbit PT. Indeks, Jakarta.
Edi
Sutrisno, 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Pertama, Penerbit Kencana,
Jakarta.
Gibson,
James, L., John M. Ivancevich., James H. Donnelly, Jr, 2000, Organisasi, Edisi Kelima, Erlangga,
Jakarta.
Gitosudarmo
dan I Nyoman Sudita, 2007, Perilaku Organisasi, Edisi Pertama, Badan Penerbit
Fakultas Ekonomi Yogyakarta.
Gustiawan
Ertanto, 2004, Pengaruh Faktor Kompensasi
terhadap Motivasi Kerja karyawan di PT. Mikatasa Agung II.
Hasibuan, S.P.
Malayu, 2004, Manajemen Sumber Daya
Manusia, Dasar dan Kunci Keberhasilan, Cetakan Keenam, CV. Haji Masagung,
Jakarta.
Handoko, T.
Hani., 2004, Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua,
BPFE, Yogyakarta.
Henry
Simamora,. 2007. Manajemen Pemasaran Internasional. Jilid II, Cetakan Kelima.
Jakarta : Salemba Empat.
Justine
T. Sirait, 2006, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi ke 6, CV. Cikal Serjati,
Jakarta.
Mangkunegara,
A.A. Prabu, Anwar, 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Cetakan ke
3, Penerbit Remaja Rosdakarya, Bandung.
Manullang,
2000, Manajemen Personalia, Edisi
Revisi, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Mathis,
Robert L. and Jackson, John H., 2002. “Human Resource Management”, 9th edition. South-Western College
Publishing, Ohio, USA
Matutina,
Domi C., dkk., 2000, Manajemen Personalia,
Rineka Cipta Jakarta.
Miftah Thoha,
2002, Perilaku Organisasi, Salemba
Empat Jakarta.
Nitisemo, S.
Alex., 2000, Manajemen Personalia
(Manajemen Sumber Daya Manusia), Edisi Revisi, Cetakan Kedelapan, Ghalia
Indonesia, Jakarta.
Sedarmayanti,
2001, Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja, Cetakan II, Penerbit Mandar
Maju, Bandung.
Sondang P.
Siagian,2000, Manajemen Abad 21, Sinar
GrafikaOffset, Surabaya.
Siswanto,
Bedjo, 2008, Manajemen Tenaga Kerja,
Cetakan Pertama, Sinar Baru, Bandung.
Sugiono, 2009, Statistika Untuk Penelitian, Cetakan
keempat belas, CV. Alfabeta, Bandung.
Sugiyono,
2001, Metode Penelitian Bisnis, Cetakan ketiga, CV. Alfabeta, Bandung.
Tekad Wijono
Kusumo, 2010, Analisa Pengaruh Motivasi,
Kepuasan Kerja, dan Kompensasi terhadap Produktivitas Kerja pada Pekerja
Outsourcing di Lingkungan Produksi PT. Kedawung Setia Corrugated Carton Box
Industrial (Studi Kasus di Propinsi Jawa Timur).
Tuckman, Bruce.
W, 1982,Conducting Educational Research.
Second Edition, Toronto: Harcourt Brace Jovanovich, Publishers.
Ubaidillah,
2003, Pengaruh Motivasi dan Disiplin
Kerja terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Studi Kasus pada PT. Telkomsel Graha
Pena Surabaya).
Wexley,
2008, Perilaku Organisasi dan Psikologi
Personalia, Bina Aksara, Jakarta.
Winardi,
2000, Persoalan Disiplin, Sinar Baru,
Bandung.